Selasa, 11 Juli 2017

PERJALANAN AMANAH

PERJALANAN AMANAH

Untuk sebuah arti KESETIAAN dan AMANAH, sejak tahun 2013 aku diperintah bapakku YM MR. SOEKARNO melakukan perjalanan menapaki amanat bapak utk menengok dan mendata untuk menggaji upah selama ini bapakku memberikan tugas kepada orang yang diamanatkannya. Banyak suka dukanya, dari dipermainkan, dihina para pemegang amanah, aku tidak memerlukan aset gudang krn semua itu tdk berguna. Selama melewati itu aku kecewa ternyata banyak diantara pemegang amanah yang dititipkan aset oleh bapak banyak yg mengingkari dan merasa apa yg dititipkan itu adalah sebuah kepemilikan sendiri dan timbullah ego bahwa aset tersebut miliknya. Apalagi aset yg dititipkan tsb oleh pemegang amanah stlh meninggal jatuh dilimpahkan ke anak atau kerabatnya. Lantas anak dan kerabatnya menganggap itu aset miliknya. Kemudian mereka berusaha memamerkan, menjual dan mencairkan aset titipan, baik berupa emas, berlian, benda pusaka, surat berharga dll. padahal jika ditugaskan menjaga seharusnya yaa menjaga bukan berusaha ingin memiliki atau mencairkannya bahkan mengaku sebagai pemilik atau raja pemilik aset, ckckckc. kembalikan titipan itu kepada pemiliknya, sesuai yang diwasiatkan Soekarno. Saat itu pemegang amanah akhirnya ketika aku datang mereka merasa barang titipan Soekarno tsb akan diambil kembali olehku, sungguh pendek pemikiran mrk, pdhl aku datang hnya utk silaturahmi mengenal siapa yg diamanatkan bapakku utk kemudian aku akan melunasi janji bapakku utk menggaji mereka upah atas selama ini mereka jaga atau pegang. Banyak diantara org yg diamanatkan bapakku lupa diri dan memanfaatkan barang titipan untuk kesombongan, utk mencari uang receh, utk membohongi orang tipu sana sini, utk kepentingan memperkaya diri mereka dan keluarganya saja. Yang demikian itu sudah tidak amanah lagi. Semoga tulisanku bisa membantu kita semua mengingat hal  mengenai makna dari amanah ini menyadarkan saudara kita semua untuk menghargai dan menjunjung tinggi arti sebuah amanah penting untuk aku dan diri teman-teman semua.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui” (QS Al-Anfaal 27).

Ayat ini mengaitkan orang-orang beriman dengan amanah atau larangan berkhianat. Bahwa di antara indikator keimanan seseorang adalah sejauh mana dia mampu melaksanakan amanah. Demikian pula sebaliknya bahwa ciri khas orang munafik adalah khianat dan melalaikan amanah-amanahnya. Amanah, dari satu sisi dapat diartikan dengan tugas, dan dari sisi lain diartikan kredibilitas dalam menunaikan tugas. Sehingga amanah sering dihubungkan dengan kekuatan. Firman Allah:

“Sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya.” (QS Al-Qhashash 27)

Imam Syahid Hasan Al-Banna berkata: ”Oleh karena itu wahai ikhwan kuatkanlah keimanan dan ruhiyah kalian, kuatkanlah ilmu dan tsaqafah kalian serta kuatkanlah fisik dan segala sarana yang dapat digunakan untuk memikul amanah. Dan Allah memerintahkan kepada kita untuk mempersiapkan segala bentuk kekuatan”.

Hidup ini tidak lain dari sebuah safari atau perjalanan panjang dalam melaksanakan amanah dari Allah. Dalam hidupnya manusia dibatasi oleh empat dimensi, bumi tempat beramal, waktu atau umur sebagai sebuah kesempatan beramal, nilai Islam yang menjadi landasan amal dan potensi diri sebagai modal beramal. Maka orang yang bijak adalah orang yang senantiasa mengukur keterbatasan-keterbatasan dirinya untuk sebuah produktivitas yang tinggi dan hasil yang membahagiakan. Orang-orang yang beriman adalah orang-orang yang senantiasa sadar bahwa detik-detik hidupnya adalah karya dan amal shalih. Kehidupannya di dunia sangat terbatas sehingga tidak menyia-nyiakannya untuk hal-hal yang sepele, remeh apalagi perbuatan yang dibenci (makruh) dan haram.

Amanah pertama yang harus dilakukan adalah Amanah Fitrah manusia, dimana makhluk lain enggan dan menolak menerimanya. Ia adalah amanah hidayah, ma’rifah dan iman kepada Allah atas dasar niat, kemauan, usaha dan orientasi. Amanah berikutnya adalah Amanah Syahadah (Kesaksian). Pertama, berupa kesaksian diri agar menjadi cermin bagi agamanya. Kedua, berupa kesaksian syiar agar menyampaikan agama/kebaikan kepada manusia. Ketiga, berupa kesaksian agar menerapkan agama di bumi Allah.

Dan amanah itu akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah. Pertanyaan akan ditujukan atas amanah yang dibebankan kepada kita. Barangsiapa yang menunaikan amanah sekecil apapun, niscaya akan dilihat Allah. Dan barangsiapa yang melalaikan amanah sekecil apapun niscaya akan dilihat. Manusia tidak akan dapat lari dari tanggungjawab itu. Karena tempat yang ditinggali adalah bumi Allah, umur yang dimiliki adalah ketentuan Allah, potensi yang ada adalah anugerah Allah dan nilai Islam adalah tolok ukur dari pelaksanaan amanah tersebut. Kemudian mereka akan datang menghadap Allah.

Oleh karena itu sekecil apapun amanah yang dilaksanakan, maka memiliki dampak positif berupa kebaikan. Dan sekecil apapun amanah yang disia-siakan, niscaya memiliki dampak negatif berupa keburukan. Dampak itu bukan hanya mengenai dirinya tetapi juga mengenai umat manusia secara umum. Seorang mukmin yang bekerja mencari nafkah dengan cara yang halal dan baik, maka akan memberikan dampak positif berupa ketenangan jiwa dan kebahagiaan bagi keluarganya. Lebih dari itu dia mampu memberi sedekah dan infak kepada yang membutuhkan. Sebaliknya seorang yang menganggur dan malas akan menimbulkan dampak negatif berupa keburukan, terlantarnya keluarga, kekisruhan, keributan dan beban bagi orang lain.

Kesalahan kecil dalam menunaikan amanah akan menimbulkan bahaya yang fatal. Bukankah terjadinya kecelakaan mobil ditabrak kereta, disebabkan hanya karena sopirnya lengah atau sang penjaga pintu rel kereta tidak menutupnya?

Harta, wanita dan kekuasaan memang merupakan sarana yang paling ampuh digunakan syetan untuk menggoda orang beriman agar melalaikan amanah.
Oleh karena itu waspadalah terhadap harta, wanita dan kekuasaan! Itu semua hanya sarana untuk melaksanakan amanah dan jangan sampai menimbulkan fitnah yang berakibat pada melalaikan amanah. Dibalik dari menunaikan amanah terkadang ada bunga-bunga yang mengiringinya, harta yang menggiurkan, wanita yang menggoda sehingga orang yang beriman harus senantiasa menguatkan taqarrub illallah dan istianah billah.

Amanah adalah perintah dari Allah yang harus ditunaikan dengan benar dan disampaikan kepada ahlinya. Allah Taala berfirman:

“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat”. (QS An-Nisaa 58)

Amanah yang paling tinggi adalah amanah untuk berbuat adil dalam menetapkan hukum pada kepemimpinan umat. Pahala yang paling tinggi adalah pahala dalam melaksanakan keadilan sebagai pemimpin umat. Begitulah sebaliknya, bahaya yang paling tinggi adalah bahaya melakukan kezhaliman pada saat memimpin umat. Kezhaliman pemimpin akan menimbulkan kehancuran dan kerusakan total dalam sebuah bangsa. Maka kezhaliman pemimpin merupakan sikap menyia-nyiakan amanah yang paling tinggi.

Hidup adalah pilihan-pilihan. Dan pilihan melaksanakan amanah adalah konsekuensi sebagai manusia. Jalankan lah amanahmu dg baik, ikhlas dan tepat. Inilah kisah perjalananku dna kesedihanku terhadap orang yg pernah diamanatkan bapakku untuk menjalankan tugasnya. Aku tidak akan menggaji mereka yang sudah mengambil dan menikmati aset yg bukan dia miliki. Itu semua hanyalah diatasnamakan aku untuk kepentingan rakyat Indonesia.  Hatiku sedih dan berduka apalagi bapakku kulihat beliau menangis sedih dikhianati org kepercayaannya, org yg sdh dititipkan aset milik rakyat Indonesia. Perjalanan amanah ku berakhir pada 15 Juli 2015, menutup semua pintu amanah yang sudah dijalankan, tidak ada lagi amanah2 Soekarno yang diselesaikan semuanya sudah beres tuntas dan seluruh aset para pemegang amanah nilai dan kualifikasi nya ditarik ke induk rekening atas nama WF, clean and clear, pada 17 Agustus 2013. Mengajak kita untuk kemudian  menyambut terbukanya pintu gerbang kemerdekaan sejati kita semua pada 17 Agustus 2017.
Mengenang perjuangan Ayahanda Mr. Soekarno

By. Diajeng Putri Aisyah/Sarinah Soekarno
dan sumber kitab Al-Quran dan lainnya

Senin, 12 Juni 2017

PEMIMPIN DAMBAAN UMAT

Kelak di negeri ini akan ada seorang pemimpin yang;

1. Pada saat ia berkampanye lalu ia berkata, " bahwa ia akan berjanji akan berusaha keras untuk memakmurkan orang kecil sebagaimana hujan yang akan memberikan kesuburan pada lahan pertanian ".
Setelah ia mengucapkan demikian, maka tiba-tiba awan gelap berdatangan lalu turunlah hujan yang amat lebatnya.
Semua orang" yang ada di situ juga heran. Dan kejadian ini menjadi viral di media sosial bahkan menjadi berita di berbagai belahan dunia.
2. Dia itu jago orasi bagai bung karno dan sangat menghormati dan memulyakan beberapa tokoh spiritual sebagaimana Soeharto. Namun yang di pilihnya adalah tokoh spiritual yang tidak lagi tertarik dengan dunia. Ia akan berwibawa seperti SBY dan sangat sederhana sebagai Jokowi dan sangat pemberani sebagaimana Prabowo.

3. Dia kelak banyak masyarakat heran, karena ia tidak segan mencium kaki seorang tokoh agama atau spiritual.

4. Kelak jika ia memimpin, ia akan sangat menakutkan bagi ;

a. Kelompok agama yang radikal, baik itu Islam, kristen, hindu atau budha atau pemahaman agama lainnya. Karena bagi dia agama adalah persoalan pribadi antara hamba dan Tuhannya. Dan tidak ada paksaan dalam agama.
b. Dia juga akan membuat takut orang kaya untuk membeli mobil mewah dan rumah lebih dari 2 serta kepemilikan tanah yang akan di batasi......karena pengenaan pajak yang sangat tinggi
c. Dia juga amat di benci rakyat yang pemalas, yang lebih suka meminta daripada kerja.

5. Kelak ketika dia mengumpulkan pejabat daerah, ada beberapa pejabat daerah yg suka korupsi dan tidak perhatian kepada rakyat miskin maka ia secara tiba" begitu marah kepada pejabat itu. Karena pejabat itu mengantuk atau tidak memperhatikan pada saat ia berpidato. Maka tiba" saja pejabat itu langsung muntah darah. Sejak kejadian itu, para pejabat menjadi takut.

6. Kelak pada saat ia memerintah, ia akan membuat semacam web tentang keluhan orang miskin. Semua orang miskin di perbolehkan untuk mengaku miskin dan menyampaikan alasan serta bukti"nya. Lalu ia akan mengerahkan seluruh pejabat daerah untuk menindaklanjuti.
7. Setiap malam ia selalu mendapatkan serangan ghaib dari mereka yang berhati serakah dan musuh" politiknya. Tapi tidak ada yang mempan karena setidaknya ada 6 tokoh spiritual yang menjaganya. Setiap dukun yang menyerang dia secara ghaib akan mati.

8. Dia akan menghidupkan kembali program transmigrasi dan swasembada pangan.

9. Akan ada putra ibu pertiwi yang sangat genius, dan lama tinggal di luar negeri. Lalu di minta pulang ke indonesia. Lalu putra ibu pertiwi itu bisa membuat sebuah teknologi yang sangat canggih yang membuat negara di dunia merasa takjub. Dan inilah awal negara maju tidak berkutik dengan Indonesia.

10. Dia bagai soekarno yang sangat piawai dalam bernegoisasi sampai ada beberapa negara yang mengganti lambang negaranya dengan Pancasila walau beda bentuk.Lanjutan

11. Dia akan sangat memperhatikan para hakim dalam memutuskan sebuah perkara. Dia akan menyuruh semua wartawan untuk ikut aktif memberikan informasi tentang perkara hukum yang ada di seluruh wilayah Indonesia. Bila ada perkara yang menurut dia (pemimpin indonesia) ganjil, maka dengan hanya berbekal foto hakim itu ia mendiskusikan dengan keenam tokoh spiritual kepercayaannya. Bila semuanya sepakat kalau hakim itu tidak adil maka, ia bersama pasukan ghaibnya akan membunuh hakim tadi.
Karena semenjak diangkat jadi president dia sudah mengingatkan, kepada para hakim dan penegak hukum lainnya agar berbuat adil.
Demikianlah, keberadaannya membuat ketakutan para jaksa, hakim yang tidak adil. Memberi hukuman berat kepada rakyat kecil tp memberi hukuman ringan kepada para koruptor.
Nantinya, banyak orang heran dengan kematian hakim dan jaksa secara berbarengan.....ini akan membuat ketakutan para penegak hukum lainnya
12. Selain para penegak hukum yg ketakutan, para orang kaya yang memeras rakyat , yang serakah, yang pengemplang pajak dan memonopoli ekonomi akan gentar hatinya. Dan mereka sangat benci kepada president sampai beberapa kali menyuruh orang untuk membunuh president. Tapi Tuhan selalu melindungi, bahkan sebaliknya....orang kaya yang serakah tadi akan mati dan yang ketakutan akan mematuhi perintahnya. Semua usaha yg menyangkut hidup orang banyak, yang strategis yang sifatnya monopoli akan di kuasai oleh negara.

13. Dia sangat benci kepada rakyatnya yang pemalas, yang menjadi pengemis . Oleh karena itu, sang pemimpin akan menawarinya 2 opsi, masuk penjara apa kerja kepada pemerintah dan di bayar layak untuk membuka lahan di daerah transmigrasi atau proyek infrastruktur.

14. Dia setiap malam jarang tidur, setiap malam bersama pasukan ghaibnya untuk membunuh pejabat yg korupsi ,yang tidak jujur dan tidak perhatian kepada rakyat kecil. Serta tidak jiwa melayani wong cilik. Paginya terlihat segar bugar tp keesokannya sudah keluar darah dari mulut dan telinganya.
Banyak yang heran dengan kondisi ini.......akhirnya para pejabat lain banyak yg insaf dan takut dalam mengemban amanah menjadi pemimpin.

15. Kelak akan ada rakyat yg ketika malam sambil berderai airmatanya mendoakan keselamatan presidentnya atau pemimpinnya. Demikian pula pemimpinnya setiap malam ia selalu berdoa agar rakyatnya tidak ada yang kelaparan pada hari itu. Dan tidak ada rakyatnya mengalami busung lapar. Oleh karena itu, setiap malam ia selalu me sms afau WA para kepala daerah atau gubenur agar menyampaikan  kepada  bupati, dan bupati menyampaikan ke camat, dan camat menyampaikan kepala desa, dan kepala desa menyampaikan kepada rw. Dan rw menyampaikan kepada rt.
Agar semuanya memastikan tidak ada rakyat yg kelaparan.

16. Nantinya di masa kepemimpinannya akan terjadi kerjasama dalam bidang ekonomi, hankam, politik dan lainya antara asean yg di pimpin indonesia, dengan jepang dan cina. Kerjasama ini disebut segitiga emas. Yang di tandai dengan adanya kesepakatan mata uang bersama, sebagaimana uni eropa.
Hal ini akan membuat USA menjadi lemah dan kehilangan nyalinya. Nantinya rusia akan ikut gabung sehingga akan menjadi kekuatan yang mengendalikan dunia. Inilah awal keterpurukan Amerika. Dan awal kemakmuran di kawasan Asia. Dan peran Indonesia sangatlah penting.
Hal ini di karenakan, kepiwaian dalam politik dan bernegoisasi.

17. Dalam kepemimpinannya tidak akan ada gunung meletus. Dan dia tidak pernah takut dengan gertakan dan ancaman dari lawan politiknya. Bahkan ia berharap mati ketika sedang bekerja atau menjabat sebagai president. Namun, kehendak Tuhan tidak demikian. Kematiannya akan membuat sukacita manusia yg  hatinya penuh keserakahan dan cinta akan dunia. Akan tetapi kematiannya akan membuat rakyat kecil banjir dengan airmata. Kelak kematiannya akan di tandai dengan hujan angin serta halilintar.

Sumber dikutip dari :
Brahmana Kelana /Agus Dwi Cahyono


Selasa, 30 Mei 2017

ZOMBIE

ZOMBIE
Aku buat cerita mengenai Ratu Adil/SP banyak juga yang menginginkan jadi sosok tersebut.
Nah, sekarang aku mau bercerita tentang Zombie, hayyoo siapa yang mau menjadi Zombie.
Zombie dalam istilah bahasa Sana artinya mayat berjalan.
Aku liat kalian mirip seperti Zombie, eh maaf jangan marah dulu yaa... Hehe
Saat ini status FB ku sedang membangkitkan dan membangunkan mayat utk bisa hidup kembali. Manusia yang hakikatnya belum mengenali jati dirinya dan tujuan penciptaannya bisa saya katakan sbg Manusia berjalan tapi sesungguhnya mati. Kalian yang tertidur lelap atau bahkan mati sejenak, bangkitlah untuk memeriahkan semangat juang dan bangkitnya Nusantara kita ini.
Berdasarkan pengamatan ku, nampak sekali pada diri kalian sosok manusia mati tapi hidup kembali. Kalian Zombie yang akan menerkam dan bangkit melawan diri sendiri dan kesewenang-wenangan.
Istilah Zombie bagiku adalah sesungguhnya jasad kalian adalah memakai ruhnya para leluhur yang belum selesai tugas menjalankan amanahnya memerdekakan bangsa Nusantara ini. Lalu estafet berpindah jasad ke jasad lain hanya utk menjalankan misi Tuhan. Sesungguhnya kamu dan ruhmu itu adalah perulangan dari masa lalumu, dan kamu adalah bagian dari sejarah masa lalumu sendiri.
Sekarang jasad kamu memakai ruh siapa saat ini, apakah ruh leluhurmu terdahulu?? Siapakah nama leluhurmu?? Dahulu leluhurmu kerja apa??
Apa kamu bisa menjawab pertanyaan ku??
Jika bisa menjawab maka dirimu bukan Zombie lagi.
Aku mengatakan kalian Zombie krn kalian seperti mayat hidup, berjalan namun tidak mengenali dirimu sendiri dan hakikat dirimu. Sebelum dirimu melaksanakan tujuan hidupmu supaya ga linglung dan melenceng serta risau dan galau. Sebaiknya segeralah menyadari dan mengenali jati dirimu sendiri. Sibuklah mengenali dan bercermin pada dirimu sendiri. Agar kalian jangan bertanya, mana harta leluhur?? Mana Satria piningit?? Mana rumahku ?? Siapa kekasihku?? Dimanakah letak syurga dan neraka ku???
Tapi kalo belum mengenali jati dirimu sendiri maka sia2lah cita2 leluhur dan dlam menempati jasadmu ini, Nusantara kita akan selalu padam dan mati, karena dirimu masih linglung dan mabok oleh keasikan mu pada duniamu bukan pada jati dirimu sendiri.
Zombie dalam kaitannya mirip dengan istilah reinkarnasi yang ada didalam Al-Quran sbg berikut :

Mengapa kamu ingkar kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, Dia menghidupkanmu, kemudian mematikanmu, menghidupkanmu kembali, selanjutnya kepada-Nya kamu dikembalikan ( AL BAQARAH 2: 28 )

Kami bangkitkan kamu sesudah kamu mati agar kamu bersyukur
( AL BAQARAH 2 : 56 )

Dan apakah orang yang sudah mati kemudian Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat ke luar dari padanya ….
( AL-AN’AM 6 : 122 )

 Allah berfirman : “ Di bumi itu kamu hidup dan di bumi itu kamu mati dan di bumi itu ( pula ) kamu akan dibangkitkan ( AL-A’RAF 7 : 25 ).

Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan Singgasana-Nya di atas air, agar Dia menguji siapakah diantara kamu yang lebih baik amalnya dan jika kamu berkata : sesungguhnya kamu akan dibangkitkan sesudah mati niscaya orang-orang kafir itu akan berkata : ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata ( HUD 11 : 7 ).

Jika ada yang kamu herankan, maka yang patut diherankan adalah ucapan mereka : “bila kami telah menjadi tanah, apakah kami sungguh akan dikembalikan menjadi mahluk yang baru?”  Begitulah orang-orang yang mengingkari Tuhannya …
( AR RAD 13 : 5 )

Darinya ( tanah ) Kami ciptakan kamu, kepadanya Kami kembalikan kamu dan darinya ( tanah ) Kami keluarkan kamu untuk kedua kalinya ( THAHA 20 : 55 )

Siapakah yang akan menghidupkan kembali tulang belulang yang telah hancur luluh itu ??? Katakanlah : yang menghidupkannya ialah yang menjadikannya pertama kali dan Dia Maha Mengetahui segala makhluk ( YAASSIIN 36 : 78-79 ).

Apakah mereka tidak memperhatikan bahwa Allah yang menciptakan langit dan bumi dan tidak merasa payah menciptakannya, berkuasa menghidupkan orang-orang mati,  sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segalanya ( AL AHQAF 46 : 33 )

Kami menentukan kematian diantara kamu dan Kami berkuasa merubah rupakamu dan menciptakan ( kembali ) dalam ( bentuk ) yang tidak kamu ketahui
( AL WAQI’AH 56 : 60-61 )

Hai manusia, apa yang memperdayakan kamu terhadap Tuhan-mu Yang Maha Pemurah, yang menciptakan kamu, lalu membentuk kamu dalam bentuk yang dikehendaki-Nya, Dia membentuk tubuhmu ( AL INFITHAR 82 : 6-8 ).

… Lalu kami berfirman kepada mereka :Jadilah kamu kera !!!
 ( AL BAQARAH 2 : 65 )

… Yaitu orang-orang yang dikutuki dan dimurkai Allah, di antara mereka ( ada ) yang dijadikan kera dan babi … ( AL MA’IDAH 5 : 60 )

Tatkala mereka melanggar apa yang dilarang baginya, Kami berfirman kepadanya : Jadilah kamu kera yang hina ( AL A’RAF 7 : 166 )

Barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit dan kami akan menghimpunnya pada hari kebangkitan dalam keadaan buta ( THAHA 20 : 124 )

Barang siapa berbuat baik, laki-laki atau perempuan, dan ia beriman, maka pasti akan kami hidupkan ( dilahirkan kembali ) dengan kehidupan yang baik dan Kami akan memberinya pahala sesuai dengan apa yang telah mereka lakukan
( AN NAHL 16 : 97 )

Maka apabila telah Aku sempurnakan kejadiannya, dan Aku tiupkan Ruh-Ku kedalamnya … ( AL HIJR 15 : 29 dan SHAAD 38 : 72 )

Dan janganlah kamu katakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, mati; bahkan mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya 
( AL BAQARAH 2 : 154 )

Jangan engkau mengira, mereka yang meninggal di jalan Allah itu mati, tidak.. Mereka tetap hidup di sisi Tuhan-nya dan mendapat rizki ( ALI IMRAN 3 : 169 )

Mereka tidak merasakan kematian di dalamnya ( akhirat ), kecuali kematian pertama ( di dunia )…  ( AD DUKHAAN 44 : 56 ).

Dia memberimu pendengaran, penglihatan dan hati ( fuad ) agar kamu bersyukur
( AN NAHL 16 : 78 ).

Dia-lah yang telah menciptakan bagi kamu sekalian, pendengaran, penglihatan dan hati ( fuad ).  Namun sedikit saja kamu bersyukur ( AL MU’MINUN 23 : 78 )

Janganlah ikuti apa yang tiada kamu ketahui, sungguh, pendengaran, penglihatan dan hati ( fuad ) masing-masing akan dimintai pertanggungjawabannya.
( AL ISRA 17 : 36 )

Janganlah engkau mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkanmu dari jalan Allah ( SHAAD 38 : 26 )

Lidah tangan dan kaki mereka menjadi saksi terhadap apa yang mereka kerjakan.
( AN NUR 24 : 24 )

Berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan  (YAASSIIN 36 : 65 )

Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang mensucikan jiwaya dan sesungguhnya merugilah orang-orang yang mengotorinya ( ASY-SYAM 91 : 7-9 )

Wahai nafsu mutmainah ( jiwa yang tenang ),datanglah kepada Tuhan-mu dengan rasa suka cita dan penuh keridhoan, masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku dan masuklah kedalam surga-Ku ( AL FAJR 89 : 27 – 30 )

Jadi wajarlah jari telunjukku yang lentik menunjukkan kepadamu HAI ZOMBIE KAPAN KAMU SIUMAN DAN AKAN MENJADI MANUSIA SEUTUHNYA ??

Demikianlah perumpamaan-perumpamaan yang Kami buat bagi manusia, akan tetapi yang memahaminya hanya orang-orang yang berilmu
( AL ANKABUT 29 : 43 ).

Ucapan selamat dari Tuhan. Salaamun qaulam mirobbirahiim
( YAASSIIN 36 : 58 )

Salamun Qaulam mirobbirahiim
By. Sarinah Soekarno

Senin, 29 Mei 2017

RATU ADIL/SATRIA PININGIT

Ratu Adil atau Satria Piningit
(versi Diajeng Putri/Sarinah)

Mengapa banyak manusia salah kaprah tentang sejarah Ratu Adil/SP yang pernah digembor-gemborkan oleh masyarakat Nusantara, bahkan pernah disebut-sebutkan kehadirannya oleh Bapak Proklamator kita Ir. Soekarno.
Hanya seseorang dari keturunan anak dewa yang mampu menjelaskan dan menduduki jabatan Ratu Adil/SP.
RA/SP adalah anak dari keturunan Maha Dewa dan Dewi. Asalnya dari seorang Ibu Dewi langit ke enam, dan Ayah Maha Dewa langit ketujuh. Begitu indahnya singgasana Arsy sehingga terciptalah suatu cerita di lauhul Mahfudz hasil cinta dari Maha Dewa dan Dewi seorang anak berhati suci dengan tanda lahir khas dibagian belakang lengan dekat punggung, bianglala bintang dibawah pusar dan alat vital serta pertanda gaib merah delima didahinya. Anak Dewa Dewi inilah yang digadang-gadang kan akan menjadi pemimpin seluruh jagad raya bumi. Dengan seijin Allah maka wujudlah ruh anak dewa ini kedalam rahim seorang ibu Dewi yg mewujud manusia bumi yg usianya sudah renta 80 tahun dari seorang ayah dewa mewujud manusia tokoh pembesar negara. Kelahiran anak dewa RA/SP ini sangatlah dinanti dan dipuja. Namun nasib mengatakan beda anak dewa ini harus dipisahkan dari bapak ibunya. Dalam kategori ayah dan ibunya dewa yang mewujud manusia ini. Ayahnya seorang ningrat bangsawan dan negarawan terpandang seantero dunia, demikian pula dengan sang ibu wanita terkaya di jagad raya terpandang ningrat dan bangsawan namun tdk berkecimpung dalam kenegaraan. Sejak kelahiran anak dewa (RA/SP) ini saat bayi merah dibuatlah suatu tanda chip dan stempel gaib bin wujud dibagian anggota telapak kaki, telapak tangan dan dahinya, maka wajar saja jika melihat wajah dan penampilannya sungguh bercahaya, mempesona membuat orang lain terpikat, saking indah parasnya semua menduga itu sihir belaka. Disisi lain RA/SP ini memiliki kecerdasan yang amat sangat luar biasa diatas rata-rata manusia umumnya. Memiliki pemikiran yang jernih, cemerlang dalam menghadapi permasalahan sosial, politik, agama dll. Bahkan diberi anugerah dari lidahnya dan liurnya, ketajaman lidahnya berupa lisannya dalam argumentasi dan negosiasi. Keampuhan liurnya mampu mengobati luka dan kesakitan org.
Sejak kelahirannya RA/SP ini dipisahkan dari orang tua dan sanak keluarganya demi pendidikan dan pembelajaran dg alam agar mandiri dan bijaksana serta menjadi sosok anak yang dekat dengan rakyat kecil namun dirinya seorang lahir dari keturunan dewa, bangsawan, ningrat dan negarawan. Hanya sedikit pesan dari orangtuanya saat perpisahan diusia balita tersebut "anakku kaulah mutiara hati kami, mutiara jika dibuang ke lumpur sekalipun akan tetap bercahaya mutiara".
Alkisah sang bayi SP ini dirawat hingga berusia 7thn dalam bimbingan panglima dari orgtuanya kemudian dibawa keluar negeri bernama Nusantara. Di Nusantara lah dia dibesarkan dalam asuhan orang tua angkatnya. Kehidupan sungguh kejam meski hidup sebagai anak adopsi dari seorang pejabat namun hidupnya selalu mandiri dan usaha serta selalu banyak menolong orang kecil meskipun dia hidup pas2an. Dalam lingkungan keluarga angkatnya dia selalu dihina dan dicaci sebagai tuduhan anak haram jadda, demikian pula dalam masyarakatnya, penghinaan dan cibiran terus menjadi serangan dan makanannya sehari-hari. Namun sifat dan hatinya yg fitrah/bersih anak dewa RA/SP ini tidak pernah mengeluh dan bersedih selalu menghadapi hinaan dg senyuman dan penuh cinta. Suatu saat dia pernah keluar dari lingkungan orgtua angkatnya menjadi anak jalanan dan melakukan profesi apapun sebagai pengajar, pengamen, kuli, cleaning service agar bisa bertahan hidup dan melanjutkan sekolahnya, sungguh dia anak yang berjuang tanpa kenal lelah. Karena perjanjian orgtua angkat dengan orgtua kandungnya, maka perginya RA/SP dari rumahnya selalu dicari orgtua angkatnya. Lalu kemudian berkumpul kembali, segala ujian dan cobaan dia jalani bnyk kesandung kesulitan dan hinaan bahkan sampai RA/SP merasa dirinya sungguh hidup seperti sinetron tiada hari tanpa hinaan dan ujian padahal dia tidak melakukan kesalahan dan dlm keadaan diam dan beribadah layaknya sufi, ibadahnya pun ditentang seluruh keluarga angkatnya. Setelah beranjak dewasa maka tibalah untuk dinikahkan, seharusnya menikah itu adalah hari bahagianya namun sekali lagi diuji dan dicoba, dia memberikan cinta dan kasih sayang thd pasangannya namun diberi dengan pengkhianatan dan pembunuhan mirip drama telenovela, akhirnya pun rumah tangganya kandas. Sekali lagi ujian itu telah dilewatinya hidupnya kembali sebatang kara, akibat perpisahannya dalam pernikahan dan cobaannya dalam setiap bisnis dan usahanya maka dia dijauhi oleh keluarga angkatnya dan juga teman bisnisnya.
Lalu bertanyalah anak dewa RA/SP ini kepada Tuhannya, isinya "ya Tuhan apakah ini ujianmu yang dulu kau janjikan padaku, aku menjadi pilihanmu sebagai Khalifah dimuka bumi utk membantu dan mensejahterakan umatMu ??"
Meski seorg dewa sekalipun krn mewujud manusia maka ujian dan ketahanannya pun sbg Manusia, anak dewa ini tetap tegar menghadapi hidupnya yg tiada hati tanpa derita dan penghinaan, karena dia yakin dengan janji Tuhan bahwa mengatakan dg firman-nya "ujian seorang pemimpin itu adalah berat, merasakan sulit, merasakan kepedihan, agar suatu saat Aku (Tuhan) memberimu berkah dan nikmat maka kamu tidak lupa pada mereka yang kesulitan bahwa kamu pernah sulit dan mengetahui rasanya hidup susah agar kamu senantiasa berbagi dan bersedekah serta memberi mereka Rahmat dan kesejahteraan".
Setelah tahun demi tahun berganti datanglah suatu keajaiban, panglima dari orgtuanya RA/SP mendatanginya, lalu mengatakan "Wahai Ratu adil kami, janganlah bersedih, suka dan duka mu adalah milik kami sbg abdimu, kami datang menyampaikan maksud bahwa kami sedih melihat kondisimu yg penuh derita meskipun kau selalu terlihat mempesona, senyum dan bahagia, kau ratu adil kami dengan segala harta dan kekayaan serta gelarmu yang tinggi, namun ratu adil kami tetap sabar dan tabah menjalani ujian dari ayahandamu. Semoga Ratu kami selalu Istiqomah dan menjadi sosok yang sederhana dan bersahaja. Kami sebagai panglima diperintah ayahandamu utk segera kamu mengeluarkan segala harta kekayaanmu yang diberikan Tuhan kpdmu utk seluruh umatmu dan hamba Tuhan"
Lalu panglima tersebut tersenyum dan tertawa, ooh Ratu Adil kami, engkau bergelimang harta namun hidupmu sangat prihatin jauh dari kemewahan dan kesenangan, sungguh kau menjalani dengan baik perintah Tuhan, semoga dirimu yang kesusahan segera mendapatkan kebahagiaan melalui ijin Tuhan.
Bagi para panglima dan pasukannya, seorang Ratu haruslah duduk manis disinggasananya sambil mengontrol seluruh kekayaan dan rakyatnya diseluruh jagad raya. Namun kedukaan ratu adil adalah dia tetap berkeliaran dan bersatu dengan rakyatnya dalam masa2 sulit rakyat, sampai kemudian Ratu Adil menunggu perintah Tuhan utk memberikan dan membantu dg seluruh kekayaan Tuhan yang diberikannya kepada dia. Sungguh Ratu Adil tidak pernah melepaskan dirinya dg Tuhan selalu konsultasi dan menunggu wahhyu Tuhan dalam setiap gerak gerik dan pekerjaannya. Saat Tuhan perintahkan utk kembali ke singgasana istananya maka dia akan kembali. Tapi Ratu Adil akan menduduki singgasananya menunggu seorang raja pilihan Tuhan baru semuanya  penataan dan pengaturan utk rakyat dilakukan maka akan berbahagia seluruh rakyat adil makmur dan sejahtera.
Demikianlah
Kisah sepenggal perjalanan hidup sang Ratu Adil/ Satria Piningit.
Semoga kita semua bisa merenungi dan mengambil hikmahnya dari cerita ini. Besarnya pengorbanan Ratu Adil/SP dalam menolong umatnya secara tersembunyi menolong org kecil dan hingga tiada ingin dia diketahui org lain perbuatan dan sumbangsihnya kecuali Tuhan saja mengetahuinya. Pengorbanan yang besar dibalik bergelimangnya harta dan kemewahan serta gelar yg tinggi namun selalu ikhlas menerima kehidupan yang sederhana, bersahaja, penuh dengan penghinaan dan hujatan baik dari lingkungan petinggi maupun rakyat kecil. Namun masyarakat tidak mengetahui dan menghargai nya sungguh persembunyian yang rapi dan termanajemen dari seorang Ratu Agung, inilah skenario Tuhan.

Written by Sarinah Soekarno

Selasa, 16 Mei 2017

AKU LADY ROSE ( MRS. SARINAH)

AKU LADY ROSE ( MRS. SARINAH)

Dahulu aku hanyalah misteri
Mengiringi jejak pemimpin negeri
Mengajak rakyat berbakti pada negeri
Menulis dan mengukir seni keindahan jati diri

Mataku adalah pancaran kasih sayangku
Senyumku adalah kerendahhatianku menghadapimu
Lisanku adalah ungkapan hati dan martabat ku
Hatiku adalah doa untuk negeri dan rakyatku

Generasi Sarinah takkan pernah sirna
Meski kau tak memahaminya tapi aku menjalaninya
Suka dukaku menjadi Sarinah, selalu menjadi Parita (doa)
Keteguhan dan ketaatanku untuk ALLAH dan para Auliyya & Anbiyya

Aku LADY ROSE, Putri bangsa generasi SARINAH
Aku menyapa harimu dengan ceria
Selalu menjaga pusaka air, udara dan tanah Nusantara
Tidak perlu dikenang namun manfaatku dirasakan penjuru dunia
Semua tabir misteri dunia akan segera dibuka
Mari melangkah bersamaku Sarinah agar Bumi Pertiwi kita tiada musnah.

Written by Sarinah Soekarno

Kamis, 11 Mei 2017

KUMPULAN ARTIKEL KONSEPSI SALAH KAPRAH TENTANG SEJARAH PENJAJAHAN DIINDONESIA. NUSANTARA WILAYAH BESAR DAN KUAT WARISAN LELUHUR BANGSA, TIADALAH SANGGUP MENJAJAHNYA

Indonesia dijajah Belanda? Tiga Setengah abad? Ya, telinga kita terlanjur familiar mendengar bahwa bangsa ini dijajah 3,5 abad lamanya, tapi apa benar?

Ucapan Bung Karno “Indonesia dijajah selama 350 tahun” menurut saya hanya dimaksudkan untuk membangkitkan semangat patriotisme di masa perang kemerdekaan. Ada lagi ucapan “Lebih menderita dijajah Jepang selama 3,5 tahun dari pada dijajah Belanda 3,5 abad”, rangkaiannya kata berima 3,5 ini mudah diingat dan kemudian menjadi pembenaran.

Dijajah 350 tahun, kalau dihitung mundur dari tahun 1945, artinya kita dijajah Belanda mulai 1595. Benarkah Indonesia mulai dijajah Belanda pada tahun itu?

YANG TERJADI TAHUN 1595 SEBETULNYA BUKAN PENJAJAHAN, MELAINKAN CORNELIS DE HOUTMAN MENDARAT DI BANTEN UNTUK BERDAGANG. CORNELIS DE HOUTMAN ADALAH KAPTEN KAPAL BERBENDERA BELANDA PERTAMA YANG TERCATAT MENDARAT DI INDONESIA. DIA TIDAK MEMBAWA TENTARA. KALAU PENJAJAHAN ATAU KOLONISASI DIMAKSUDKAN SEBAGAI PENGUASAAN (POLITIK DAN MILITER) SUATU TERITORI OLEH ORANG-ORANG DARI LUAR WILAYAH TERSEBUT, MAKA TENTU SAJA ROMBONGAN DE HOUTMAN TIDAK MELAKUKANNYA.



Cornelis de Houtman

Sekalipun de Houtman melakukan penjajahan, bukan semata-mata berdagang, di tahun 1595 tentu saja yang dijajah bukan Indonesia. Indonesia, bahkan nama itu, belum pernah ditulis orang pada tahun 1595.

Sebutan "Indonesia" sendiri baru dibuat tahun 255 tahun sesudah de Houtman menginjakkan kakinya di Indonesia. Indonesia pertamakali didefinisikan pada 1850 oleh seorang etnolog Inggris bernama James Richardson Logan dan kemudian nama itu dipopulerkan oleh Adolf Bastian, lebih dari 30 tahun kemudian.

VOC mulai menjajah sekitar tahun 1610

Verenigde Oost-Indische Compagnie (VoC)

Verenigde Oost-Indische Compagnie (VoC) boleh dibilang mulai menjajah beberapa wilayah di Nusantara tahun 1610. VoC memaksakan monopoli perdagangan, membangun benteng, dan menunjuk Gubernur Jenderal Hindia Belanda. Tetapi, pernyataan Belanda menjajah Indonesia sejak 1610 juga salah di dua tempat. Bukan hanya karena Indonesia belum ada, juga karena VoC hanyalah sebuah kongsi dagang, atau, dalam dialek lokal disebut kumpeni. VoC bukanlah Negeri Belanda.

Wilayah di Nusantara baru resmi menjadi koloni Negeri Belanda setelah VoC bangkrut karena korupsi. Bisa dihitung sejak tahun 1796 ketika Pieter Gerardus van Overstraten menjadi Gubernur Jenderal Hindia Belanda mewakili Kerajaan Belanda--bukan perusahaan swasta.

Itupun, Belanda tidak pernah menjajah dan menguasai wilayah Indonesia--yang kita kenal sekarang--sepenuhnya. Koloni yang disebut Hindia Belanda tidaklah permanen dalam jangka panjang dan penguasaanya tidak sepenuh Republik Indonesia menguasai teritorinya saat ini. Bengkulu (d/h Bencoolen), misalnya, dulu dikuasai Inggris, sementara Malaka (d/h Malacca) dikuasai Belanda. Lalu mereka berdua tukar guling. Pernah juga Hindia Belanda berada di bawah kekuasaan Perancis di bawah Gubernur Jenderal Daendels, karena negeri induknya, Belanda, diduduki Perancis. Tak lama sesudahnya, selama lima tahun, Hindia Belanda sempat diambil oper Inggris di bawah Sir Thomas Stamford Raffles.

Lain lagi dengan Kerajaan Mataram, kemudian pecah jadi Keraton Surakarta dan Yogyakarta, yang kemudian menjadi Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta setelah kemerdekaan. Kerajaan ini masih punya raja sendiri, tidak tunduk dan bertanggung jawab kepada Gubernur Jenderal dan Ratu/Raja Belanda, tetapi punya kontrak politik/ekonomi dengan Gubernur Jenderal. Sebagian wilayah kerajaan ini tidak pernah dikuasai sepenuhnya oleh Belanda sampai Indonesia merdeka.

Nah, jadi kapan berapa tahun sebenarnya Belanda menjajah Indonesia?

Wilayah Indonesia

Indonesia, bukan sebagai wilayah geografis semata, sebagai entitas politik dan sebagai wilayah hukum, praktis baru lahir tanggal 18 Agustus 1945 dengan disahkannya UUD 1945. Oleh karenanya, sebetulnya, kalau kita mau teliti belajar sejarah, Belanda hanya menjajah Indonesia dari tanggal tersebut sampai 27 Desember 1949, ketika setelah melalui perjuangan diplomasi yang berat, Belanda akhirnya menyerahkan kedaulatan.

Kerajaan Belanda hanya menjajah Republik Indonesia selama 4 tahun lebih sedikit. Secara parsial, Papua (d/h Irian Barat) masih dijajah sampai bendera Belanda diturunkan tahun 1962.

Hal lain yang perlu diluruskan adalah, tidak seluruh wilayah Nusantara mengalami pendudukan Belanda sampai lebih dari 300 tahun. Beberapa kerajaan baru berhasil ditaklukkan Belanda di tahun 1900-an, seperti Kerajaan Batak, Kesultanan Aceh dan beberapa kerajaan di Bali. Yang pertama diduduki oleh Belanda adalah kota Jayakarta, pada 30 Mei 1619, yang oleh para penguasa baru namanya diganti menjadi Batavia. Kemudian beberapa pulau di Maluku, a.l. Banda, diserang dan diduduki oleh Belanda. Para pemimpin Banda dibunuh, dan seluruh rakyatnya yang hidup dibawa ke Batavia untuk dijual sebagai budak.

PERSOALAN BERAPA TAHUN BANGSA APA MENJAJAH BANGSA INDONESIA SEBETULNYA TIDAK SEBERAPA PENTING DIBANDINGKAN DENGAN PERSOALAN KEMANUSIAAN, PEMERASAN, PERBUDAKAN, PENINDASAN, DISKRIMINASI, RASISME, FEODALISME, PENGEKANGAN KEBEBASAN BERPENDAPAT/PERS, DAN PELANGGARAN HAM LAINNYA YANG TERJADI SELAMA MASA-MASA KOLONISASI DAN MONOPOLI PERDAGANGAN. INI MEMANG TERJADI SELAMA RATUSAN TAHUN.


Yang terpenting bagi kita adalah untuk cermat melihat apakah masih ada rasisme, penindasan, perbudakan, penghisapan, dan pemberangusan kebebasan berekspresi yang terjadi hari ini di negeri bernama Indonesia yang dulu dikenal sebagai Hindia Belanda. Apakah masih ada kecurangan, monopoli perdagangan, dan persaingan tidak sehat. Apakah kekerasan dan pendekatan militer masih digunakan untuk memenangkan kepentingan ekonomi segelintir orang. Apakah korupsi masih merajalela di kalangan elit seperti yang terjadi di tubuh VoC ratusan tahun yang lalu.

Hari ini tidak lagi relevan melihat penjajah sebagai bangsa asing yang datang dari jauh karena penguasa bisa menjajah bangsa--rakyat--nya sendiri di tanah mereka sendiri. Dan sebuah bangsa bisa mengirimkan tetangga atau saudaranya sendiri ke negeri yang jauh untuk kemudian dieksploitasi bahkan diperbudak. Dunia sudah menjadi satu kampung besar sehingga dalam hal kemanusiaan, asing atau lokal tidak lagi penting. Semuanya lokal. Planet bumi. Satu.

Lebih penting lagi, pertanyaannya bukan berapa ratus tahun kita dijajah. Tapi berapa ribu tahun ke depan kita akan terus membuka gerbang kemerdekaan lebih lebar.

BANYAK HAL YANG MEMBUAT BANGSA INDONESIA SALAH KAPRAH TENTANG SEJARAH PENJAJAHAN DIINDINESIA

1Salah Kaprah#1: Indonesia dijajah oleh Portugis
Salah Kaprah#1: Indonesia dijajah oleh Portugis

Nah, mungkin kebanyakan dari pembaca selama ini meyakini bahwa Portugis adalah bangsa Eropa pertama yang dateng dan menjajah Indonesia. Nah, dalam konteks ini, pertama-tama gua mau menekankan pada istilah “dijajah”, dan juga “Indonesia” sebagai sebuah identitas politik. Pertama-tama, saya mau menekankan bahwa sebelum Indonesia menyatakan kemerdekaannya 17 Agustus tahun 1945, yang namanya “Indonesia” itu belum ada men!

Pada saat bangsa Portugis lagi main-main ke wilayah Kepulauan Nusantara, dari tahun 1512 sampe 1575, yang ada tuh: Kesultanan Aceh, Kesultanan Demak, Kerajaan Sunda (Pajajaran), Kesultanan Banten, Kesultanan Gowa, dsb. Belum ada pikiran sama sekali dari kerajaan-kerajaan tersebut untuk bersatu jadi sebuah entitas politik, apalagi bernama Indonesia. Jadi apakah bangsa Portugis pernah menjajah Indonesia? Hayo coba pikir lagi...

2Salah Kaprah #2: Indonesia dijajah oleh Belanda selama 350 tahun
Salah Kaprah #2: Indonesia dijajah oleh Belanda selama 350 tahun

Oke, mungkin semuanya udah seriiing banget denger istilah " Dulu kita dijajah sama Belanda selama 350 tahun! Terus setelah merdeka kita dijajah sama bangsa sendiri". Nah sekarang balik lagi nih ke pertanyaan semula, emang bener yah Belanda ngejajah Indonesia selama tiga setengah abad? Belum lagi kata "menjajah" itu sendiri identik dengan kekejaman, kerja paksa, perbudakan, dlsb. Apakah betul emang dulu Indonesia mengalami penderitaan selama itu? Yuk kita bahas dulu!


Pertama-tama, kita telusuri dulu kapan sih ada orang Belanda nongol pertama kali di kepulauan ini? Oke, dari sumber sejarah yang selama ini kita ketahuin kan namanya si Cornelis de Houtman tuh, yang pertama kali nyampe ke Banten pada tanggal 27 Juni 1596. Kalau saja penjajahan Belanda dianggep berakhir pas tahun 1949, pas ditandatanganinnya Konferensi Meja Bundar, berarti memang bener orang Belanda udah menjejakkan kaki di Indonesia selama 353 tahun. Tapi bisa dibilang tepat ga tuh? Seperti yang kalian semua ketahuin, de Houtman dateng ke Kepulauan Nusantara sebagai penjelajah, bukan penjajah. Bahkan Perusahaan Perserikatan Hindia Timur atau Vereeningde Oost-Indische Compagnie (VOC) aja belom didirikan pas dia berlabuh di Banten untuk pertama kali. 

Terus jadinya kapan sih bener-bener dijajah sama Negeri Belanda?


Seperti yang kita ketahuin bersama, VOC akhirnya dibubarin tahun 1799 oleh pemerintahan Republik Batavia (nama Negeri Belanda pas itu), dan diambil alih langsung sama pemerintahan republik sejak 1800. Sejak 1800 itulah nama daerah-daerah yang berada di bawah kekuasaan VOC diganti jadi Nederlands Indie atau Dutch East Indies (dalam Bahasa Indonesia disebut Hindia Belanda). Dan ini pun ga serta-merta menjajah seluruh Indonesia yah. Dengan serangkaian perang dari tahun 1800 sampe tahun 1914, barulah Belanda bisa nguasain hampir seluruh daerah Indonesia sekarang (kecuali bagian dalam Kalimantan, dan pedalaman Papua Barat). Jadi yaa, yang bener itu Negara Belanda ngejajah Indonesia cuma dari 1914 - 1949, dengan masa istirahat karena penguasaan Jepang sejak 1942 - 1945. Daan, totalnya berarti cuma 1949 - 1914 - 3 = 32 tahun

3Salah Kaprah #3: Siasat divide et Impera sering digunakan buat memecah belah Rakyat Indonesia
Salah Kaprah #3: Siasat divide et Impera sering digunakan buat memecah belah Rakyat Indonesia

Buat kalian yang gak tau divide et impera, itu bukan nama mantra sihir dalam Harry Potter yah. Divide et Impera itu sebuah taktik politis "adu domba" untuk memecah belah sebuah wilayah besar, hingga akhirnya terpecah jadi beberapa bagian kecil, untuk kemudian lebih mudah dikuasai. Nah, dalam konteks ini banyak orang yang masih berpikir bahwa para "penjajah dari Eropa" ini, dengan liciknya menggunakan taktik divide et impera untuk memecah belah rakyat Indonesia.

Nah, sekarang pertanyaan gua adalah : Rakyat Indonesia yang mana yang dimaksud?

Dalam konteks ini, saya gak sepakat dengan pernyataan bahwa siasat ini sering digunakan untuk memecah belah rakyat Indonesia. Alesannya ya simpel, lagi-lagi ya karena pas jaman segitu emang belum ada rakyat Indonesia yang bersatu! Boro-boro kenal istilah Indonesia, ngerasa sebagai satu kesatuan aja ga ada. Kita yang lahir setelah kondisi politik di Indonesia dan dunia ini relatif stabil emang biasanya susah untuk mandang bahwa seratus tahun yang lalu itu, kondisi geopolitis di dunia ini ga kaya sekarang gini. Apalagi 300 tahun lalu dong, pas VOC mulai menancapkan pengaruh perdagangannya di Kepulauan Nusantara. Mana ada yang disebut “persatuan Indonesia”, hayo coba pikir lagi....

4Salah Kaprah #4: Penjajah dari Eropa selalu menyengsarakan masyarakat Indonesia.
Salah Kaprah #4: Penjajah dari Eropa selalu menyengsarakan masyarakat Indonesia.

Jika kita bicara tentang kependudukan bangsa Eropa di daerah kepulauan Nusantara ini, kemungkinan yang terbersit di kepala kalian adalah hal-hal negatif yang dialami "bangsa Indonesia" pra-kemerdekaan. Katakanlah, sepotong cerita tentang kediktatoran Herman Willem Daendels, seorang gubernur jendral Hindia Belanda tahun 1808-1811 yang seringkali dicitrakan sebagai manifestasi dari kekejaman. Mulai dari kerja rodi lah, pembangunan jalan raya Daendels yang ngabisin ribuan nyawa lah, sampe sistem pengadilan kelilingnya yang ga pandang bulu main hukum-hukum aja orang-orang pribumi yang bersalah. Tapi masalahnya, apakah jika kepemerintahan Daendels yang sewenang-wenang ini seolah-olah merefleksikan hubungan dari kependudukan Bangsa Eropa di wilayah Nusantara selama ratusan tahun? Sementara di sisi lain, kita mengenal Sir Thomas Stanford Raffles yang seringkali dielu-elukan karena karyanya dalam membangun Kebun Raya Bogor, nemuin Candi Borobudur, nemuin bunga Rafflesia Arnoldi, pengubahan sistem pengelolaan tanah (landrente) yang lebih nguntungin kaum pribumi yang punya tanah, dsb.


Dalam konteks ini, sebetulnya saya ingin kalian semua melihat jaman kependudukan bangsa Eropa di wilayah kepulauan Nusantara dari sisi yang lain, bukan serta-merta kulit luar yang dengan gampangnya men-cap keterlibatan Bangsa Eropa dalam sejarah Indonesia pra-kemerdekaan sebagai "bangsa penjajah, kumpeni, diktator, pengeruk kekayaan negeri, penyengsara rakyat, dan semacamnya". Sebaliknya, ada banyak banget warisan dari bangsa Eropa, baik Belanda maupun Inggris yang manfaatnya masih terasa sampai sekarang ini. Yang bahkan bisa dibilang, peran serta mereka selama ratusan tahun, berkontribusi banyak dalam membangun karakter dan tatanan fundamental dari Bangsa Indonesia.

Contohnya dari mulai hal yang paling sederhana, yaitu pembangunan secara fisik deh, seperti infrastruktur sipil, rumah, jembatan, kanal. Jalan Raya Daendels, rel kereta sepanjang Pulau Jawa, Sumetera, Sulawesi, dll. Pendidikan K12 (12 tahun ajaran) yang hampir semua lo alami sendiri dari SD - SMP - SMA yang merupakan adaptasi dari HIS - MULO - AMS yang relatif bebas untuk semua kalangan (tanpa batasan sistem kasta seperti yg dialami India yang dijajah Inggris). Belum lagi dari segi hukum, mungkin selama ini lo gak sadar kalo kita mewarisi sistem peradilan dan kodeks Kitab Hukum Undang-Undang Pidana (KUHP) juga dari Belanda. Dari tatanan administrasi politik, kita juga berhutang-budi pada Belanda mempercayakan para bangsawan untuk jadi pemimpin residen, yang akhirnya kita kenal sekarang dengan istilah Kabupaten.


Okay, sebetulnya masih buanyaak banget hal yang ingin saya bagikan seputar miskonsepsi, salah kaprah, serta kekeliruan umum tentang sejarah kependudukan bangsa Eropa di wilayah Nusantara ini. 

SEJARAH RATU TRIBUANA TUNGGA DEWI ALIAS RATU KENCANA WUNGU ALIAS RATU AURORA ALIAS RATU NYAI RORO KIDUL

SIAPAKAH RATU KENCANA WUNGU SEBENARNYA?

Tribhuwana Wijayatunggadewi adalah penguasa ketiga Majapahit yang memerintah tahun 1328-1351. Dari prasasti Singasari (1351) diketahui gelar abhisekanya ialah Sri Tribhuwanottunggadewi Maharajasa Jayawisnuwardhani.

Silsilah Tribhuwana

Nama asli Tribhuwana Wijayatunggadewi (atau disingkat Tribhuwana) adalah Dyah Gitarja. Ia merupakan putri dari Raden Wijaya dan Gayatri. Memiliki adik kandung bernama Dyah Wiyat dan kakak tiri bernama Jayanagara. Pada masa pemerintahan Jayanagara (1309-1328) ia diangkat sebagai penguasa bawahan di Jiwana bergelar Bhre Kahuripan.

Menurut PararatonJayanagara merasa takut takhtanya terancam, sehingga ia melarang kedua adiknya menikah. Setelah Jayanagara meninggal tahun 1328, para ksatriya pun berdatangan melamar kedua putri. Akhirnya, setelah melalui suatu sayembara, diperoleh dua orang pria, yaitu Cakradhara sebagai suami Dyah Gitarja, dan Kudamerta sebagai suami Dyah Wiyat.

Cakradhara bergelar Kertawardhana Bhre Tumapel. Dari perkawinan itu lahir Dyah Hayam Wuruk dan Dyah NertajaHayam Wuruk kemudian diangkat sebagai yuwaraja bergelar Bhre Kahuripan atau Bhre Jiwana, sedangkan Dyah Nertaja sebagai Bhre Pajang.

Pemerintahan Tribhuwana

Menurut Nagarakretagama, Tribhuwana naik takhta atas perintah ibunya (Gayatri) tahun 1329 menggantikan Jayanagara yang meninggal tahun 1328. Ketika Gayatri meninggal dunia tahun 1350, pemerintahan Tribhuwana pun berakhir pula.

Berita tersebut menimbulkan kesan bahwa Tribhuwana naik takhta mewakili Gayatri. Meskipun Gayatri hanyalah putri bungsu Kertanagara, tetapi mungkin ia satu-satunya yang masih hidup di antara istri-istri Raden Wijaya sehingga ia dapat mewarisi takhta Jayanagara yang meninggal tanpa keturunan. Tetapi saat itu Gayatri telah menjadi pendeta Buddha, sehingga pemerintahannya pun diwakili putrinya, yaitu Tribhuwana Tunggadewi.

Menurut Nagarakretagama, Tribhuwana memerintah didampingi suaminya, Kertawardhana. Pada tahun 1331 ia menumpas pemberontakan daerah Sadeng dan Keta. Menurut Pararaton terjadi persaingan antara Gajah Mada dan Ra Kembar dalam memperebutkan posisi panglima penumpasan Sadeng. Maka, Tribhuwana pun berangkat sendiri sebagai panglima menyerang Sadeng, didampingi sepupunya, Adityawarman.

Peristiwa penting berikutnya dalam Pararaton adalah Sumpah Palapa yang diucapkan Gajah Mada saat dilantik sebagai rakryan patih Majapahit tahun 1334. Gajah Mada bersumpah tidak akan menikmati makanan enak (rempah-rempah) sebelum berhasil menaklukkan wilayah kepulauan Nusantara di bawah Majapahit.

Pemerintahan Tribhuwana terkenal sebagai masa perluasan wilayah Majapahit ke segala arah sebagai pelaksanaan Sumpah Palapa. Tahun 1343 Majapahit mengalahkan raja Kerajaan Pejeng (Bali), Dalem Bedahulu, dan kemudian seluruh Bali. Tahun 1347 Adityawarman yang masih keturunan Melayu dikirim untuk menaklukkan sisa-sisa Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Malayu. Ia kemudian menjadi uparaja (raja bawahan) Majapahit di wilayah Sumatera. Perluasan Majapahit dilanjutkan pada masa pemerintahan Hayam Wuruk, di mana wilayahnya hingga mencapai Lamuri di ujung barat sampai Wanin di ujung timur.

Nagarakretagama menyebutkan akhir pemerintahan Tribhuwana adalah tahun 1350, bersamaan dengan meninggalnya Gayatri. Berita ini kurang tepat karena menurut prasasti Singasari, pada tahun 1351 Tribhuwana masih menjadi ratu Majapahit.

Akhir Hayat Tribhuwana

Tribhuwana Wijayatunggadewi diperkirakan turun takhta tahun 1351 (sesudah mengeluarkan prasasti Singasari). Ia kemudian kembali menjadi Bhre Kahuripan yang tergabung dalam Saptaprabhu, yaitu semacam dewan pertimbangan agung yang beranggotakan keluarga kerajaan. Adapun yang menjadi raja Majapahit selanjutnya adalah putranya, yaitu Hayam Wuruk.

Tidak diketahui dengan pasti kapan tahun kematian Tribhuwana. Pararaton hanya memberitakan Bhre Kahuripan tersebut meninggal dunia setelah pengangkatan Gajah Enggon sebagai patih tahun 1371.

Menurut Pararaton, Tribhuwanotunggadewi didharmakan dalam Candi Pantarapura yang terletak di desa Panggih. Sedangkan suaminya, yaitu Kertawardhana Bhre Tumapel meninggal tahun 1386, dan didharmakan di Candi Sarwa Jayapurwa, yang terletak di desa Japan.

Ada beberapa sumber yang menceritakan tentang Ratu Majapahit ini. Ada yang mengatakan bahwa Kencono wungu adalah TRI BUANA TUNGGA DEWI (Ibunda Hayam Wuruk ), ada pula yang mengatakan bahwa beliau hidup pada masa Islam datang ke Nusantara, ada pula yang menceritakan bahwa beliau adalah Ibunda dari SUNAN GIRI (Pendiri Giri Kedaton ), nah di tulisan kali ini saya akan menceritakan yang versi Kencana Wungu, ibunda dari Sunan Giri.

Majapahit adalah sebuah kerajaan besar yang didirikan pada tahun 1293 Masehi oleh Raden Wijaya yang bergelar Sri Kertarajasha Jayawardhana. Wilayahnya membentang dari ujung utara pulau Sumatera, sampai Papua. Bahkan Malaka yang sekarang dikenal dengan nama Malaysia termasuk ke dalam wilayahnya. Pada jaman itu bangsa Majapahit pernah menjadi negara adikuasa. Eksistensi Majapahit sangat disegani diseluruh dunia. Diwilayah Asia, hanya Majapahityang ditakuti oleh Kekaisaran Tiongkok China. Di Asia pada abad XIII hanya ada dua Kerajaan besar, Tiongkok dan Majapahit. Pusat pemerintahannya berada di Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur. Pelabuhan internasionalnya waktu itu ada di Gresik.

Lambang Negara Majapahit adalah Surya. Benderanya berwarna Merah dan Putih. Melambangkan darah putih dari ayah dan darah merah dari ibu. Lambang nasionalisme sejati. Lambang kecintaan pada bumi pertiwi. Agama resmi Negara adalah Hindu aliran Shiwa dan Budha. Dua agama besar ini dikukuhkan sebagai agama resmi Negara. Sehingga kemudian muncul istilah agama Shiwa Budha. Nama Majapahit sendiri diambil dari nama pohon kesayangan Dewa Shiwa, Avatara Brahman, yaitu pohon Bilva atau Vilva. Di Jawa pohon ini terkenal dengan nama pohon Maja, dan rasanya memang pahit. Maja yang pahit ini adalah pohon suci bagi penganut agama Shiwa. Dalam bahasa sanskerta, Majapahit juga dikenal dengan nama Vilvatikta (Wilwatikta. Vilva: Pohon Maja, Tikta : Pahit). Sehingga, selain Majapahit (baca : Mojopait) orang Jawa juga mengenal Kerajaan besar ini dengan nama Wilwatikta (Wilwotikto).

Kebesaran Majapahit mencapai puncaknya pada jaman pemerintahan Ratu Tribhuwanatunggadewi Jayawishnuwardhani (1328-1350 M). Dan mencapai jaman keemasan pada masa pemerintahan Prabhu Hayam Wuruk (1350-1389 M) dengan Mahapatih Gajah Mada. Pada masa itu kemakmuran benar-benar dirasakan seluruh rakyat Nusantara. Benar-benar jaman yang gilang gemilang.

Namun, sepeninggal Prabhu Wikramawardhana, ketika tahta Majapahit dilimpahkan kepada Ratu Suhita, Malah Raden Gajah yang kini hendak melepaskan diri dari pusat pemerintahan karena merasa diingkari janjinya. Dan tampillah Raden Paramesywara, yang berhasil memadamkan pemberontakan Raden Gajah. Pada akhirnya, Raden Paramesywara diangkat sebagai suami oleh Ratu Suhita. (Dalam cerita rakyat, inilah kisah Damar Wulan. Ratu Suhita tak lain adalah Kencana Wungu. Kencana = Mutiara, Wungu = Pucat pasi, ketakutan. Dan Raden Paramesywara adalah Damar Wulan. Damar = Pelita, Wulan = Sang Rembulan.)

Kondisi Majapahit stabil lagi. Hingga pada tahun 1453 Masehi, tahta Majapahit dipegang oleh Raden Kertabhumi yang lantas terkenal dengan gelar Prabhu Brawijaya (Bhre Wijaya). Pada jaman pemerintahan beliau inilah, Islamisasi mulai merambah wilayah kekuasaan Majapahit, dimulai dari Malaka. Dan kemudian, mulai masuk menuju ke pusat kerajaan, ke pulau Jawa.

Di wilayah Kamboja selatan, dulu terdapat Kerajaan kecil yang masuk dalam wilayah kekuasaan Majapahit. Kerajaan Champa namanya. (Sekarang hanya menjadi perkampungan Champa). Kerajaan ini berubah menjadi Kerajaan Islam semenjak Raja Champa memeluk agama itu. Keputusan ini diambil setelah seorang ulama Islam datang dari Samarqand, Bukhara. (Sekarang didaerah Rusia Selatan). Ulama ini bernama Syeh Ibrahim As-Samarqand. Selain berpindah agama, Raja Champa bahkan mengambil Syeh Ibrahim As-Samarqand sebagai menantu.

Raja Champa memiliki dua orang putri. Yang sulung bernama Dewi Candrawulan dan yang bungsu bernama Dewi Anarawati. Syeh Ibrahim As-Samarqand dinikahkan dengan Dewi Candrawulan. Dari hasil pernikahan ini, lahirlah dua orang putra, yang sulung bernama Sayyid ‘Ali Murtadlo, dan yang bungsu bernama Sayyid ‘Ali Rahmad. Karena berkebangsaan Champa (Indo-china), Sayyid ‘Ali Rahmad juga dikenal dengan nama Bong Swie Hoo. (Nama Champa dari Sayyid ‘Ali Murtadlo, Raja Champa, Dewi Candrawulan dan Dewi Anarawati, saya belum mengetahuinya : Damar Shashangka).

Kerajaan Champa dibawah kekuasaan Kerajaan Besar Majapahit yang berpusat di Jawa. Pada waktu itu Majapahit diperintah oleh Raden Kertabhumi atau Prabhu Brawijaya semenjak tahun 1453 Masehi. Beliau didampingi oleh adiknya Raden Purwawisesha sebagai Mahapatih. Pada tahun 1466, Raden Purwawisesha mengundurkan diri dari jabatannya, dan sebagai penggantinya diangkatlah Bhre Pandhansalas. Namun dua tahun kemudian, yaitu pada tahun 1468 Masehi, Bhre Pandhansalas juga mengundurkan diri.

Praktis semenjak tahun 1468 Masehi, Prabhu Brawijaya memerintah Majapahit tanpa didampingi oleh seorang Mahapatih. Apakah gerangan dalam masa pemerintahan Prabhu Brawijaya terjadi dua kali pengunduran diri dari seorang Mahapatih? Sebabnya tak lain dan tak bukan karena Prabhu Brawijaya terlalu lunak dengan etnis China danorang-orang muslim.

Diceritakan, begitu Prabhu Brawijaya naik tahta, Kekaisaran Tiongkok mengirimkan seorang putri China yang sangat cantik sebagai persembahan kepada Prabhu Brawijaya untuk dinikahi. Ini dimaksudkan sebagai tali penyambung kekerabatan dengan Kekaisaran Tiongkok. Putri ini bernama Tan Eng Kian . Sangat cantik. Tiada bercacat. Karena kecantikannya, setelah Prabhu Brawijaya menikahi putri ini, praktis beliau hampir-hampir melupakan istri-istrinya yang lain. (Prabhu Brawijaya banyak memiliki istri, dari berbagai istri beliau, lahirlah tokoh-tokoh besar.)

Ketika putri Tan Eng Kian tengah hamil tua, rombongan dari Kerajaan Champa datang menghadap. Raja Champa sendiri yang datang. Diiringi oleh para pembesar Kerajaan dan ikut juga dalam rombongan, Dewi Anarawati. Raja Champa banyak membawa upeti sebagai tanda takluk. Dan salah satu upeti yang sangat berharga adalah Dewi Anarawati sendiri.

Melihat kecantikan putri berdarah indo-China ini, Prabhu Brawijaya terpikat. Dan begitu Dewi Anarawati telah beliau peristri, Tan Eng Kian, putri China yang tengah hamil tua itu, seakan-akan sudah tidak ada lagi di istana. Perhatian Prabhu Brawijaya kini beralih kepada Dewi Anarawati.

Saking tergila-gilanya, manakala Dewi Anarawati meminta agar Tan Eng Kian disingkirkan dari istana, Prabhu Brawijaya menurutinya. Tan Eng Kian diceraikan. Lantas putri China yang malang ini diserahkan kepada Adipati Palembang Arya Damar untuk diperistri. Adipati Arya Damar sesungguhnya juga peranakan China. Dia adalah putra selir Prabhu Wikramawardhana, Raja Majapahit yang sudah wafat yang memerintah pada tahun 1389-1429 Masehi, dengan seorang putri China pula.

Nama China Adipati Arya Damar adalah Swan Liong. Menerima pemberian seorang janda dari Raja adalah suatu kehormatan besar. Perlu dicatat, Swan Liong adalah China muslim. Dia masuk Islam setelah berinteraksi dengan etnis China di Palembang, keturunan pengikut Laksamana Cheng Ho yang sudah tinggal lebih dahulu di Palembang. Oleh karena itulah, Palembang waktu itu adalah sebuah Kadipaten dibawah kekuasaan Majapahit yang bercorak Islam.

Arya Damar menunggu kelahiran putra yang dikandung Tan Eng Kian sebelum ia menikahinya. Begitu putri China ini selesai melahirkan, dinikahilah dia oleh Arya Damar.

Anak yang lahir dari rahim Tan Eng Kian, hasil dari pernikahannya dengan Prabhu Brawijaya, adalah seorang anak lelaki. Diberi nama Tan Eng Hwat. Karena ayah tirinya muslim, dia juga diberi nama Hassan. Kelak di Jawa, dia terkenal dengan nama Raden Patah.

Dari hasil perkawinan Arya Damar dengan Tan Eng Kian, lahirlah juga seorang putra. Diberinama Kin Shan. Nama muslimnya adalah Hussein. Kelak di Jawa, dia terkenal dengan nama Adipati Pecattandha, atau Adipati Terung.

Kembali ke Jawa. Dewi Anarawati yang muslim itu telah berhasil merebut hati Prabhu Brawijaya. Dia lantas menggulirkan rencana selanjutnya setelah berhasil menyingkirkan pesaingnya, Tan Eng Kian. Dewi Anarawati meminta kepada Prabhu Brawijaya agar saudara-saudaranya yang muslim, yang banyak tinggal dipesisir utara Jawa, dibangunkan sebuah Ashrama, sebuah Peshantian, sebuah Padepokan, seperti halnya Padepokan para Pandhita Shiwa dan para Wiku Budha.

Mendengar permintaan istri tercintanya ini, Prabhu Brawijaya tak bisa menolak. Namun yang menjadi masalah, siapakah yang akan mengisi jabatan sebagai seorang Guru layaknya padepokan Shiwa atau Mahawiku layaknya padepokan Budha? Pucuk dicinta ulam tiba, Dewi Anarawati segera mengusulkan, agar diperkenankan memanggil kakak iparnya, Syeh Ibrahim As-Samarqand yang kini ada di Champa untuk tinggal sebagai Guru di Ashrama Islam yang hendak dibangun. Dan lagi-lagi, Prabhu Brawijaya menyetujuinya.

Para Pembesar Majapahit, Para Pandhita Shiwa dan Para Wiku Budha, sudah melihat gelagat yang tidak baik. Mereka dengan halus memperingatkan Prabhu Brawijaya, agar selalu berhati-hati dalam mengambil sebuah keputusan penting.

Tak kurang-kurang, Sabdo Palon dan Nayagenggong, punakawan terdekat Prabhu Brawijaya juga sudah memperingatkan agar momongan mereka ini berhati-hati, tidak gegabah. Namun, Prabhu Brawijaya, bagaikan orang mabuk, tak satupun nasehat orang-orang terdekatnya beliau dengarkan.

Perekonomian Majapahit sudah hampir didominasi oleh etnis China semenjak putri Tan Eng Kian di peristri oleh Prabhu Brawijaya, dan memang itulah misi dari Kekaisaran Tiongkok. Kini, dengan masuknya Dewi Anarawati, orang-orang muslim-pun mendepat kesempatan besar. Apalagi, pada waktu itu, banyak juga orang China yang muslim. Semua masukan bagi Prabhu Brawijaya tersebut, tidak satupun yang diperhatikan secara sungguh-sungguh. Para Pejabat daerah mengirimkan surat khusus kepada Sang Prabhu yang isinya mengeluhkan tingkah laku para pendatang baru ini. Namun, tetap saja, ditanggapi acuh tak acuh.

(Hingga pada suatu ketika, manakala ada acara rutin tahunan dimana para pejabat daerah harus menghadap ke ibukota Majapahit sebagai tanda kesetiaan, Ki Ageng Kutu, Adipati Wengker/Ponorogo, mempersembahkan tarian khusus buat Sang Prabhu. Tarian ini masih baru. Belum pernah ditampilkan dimanapun. Tarian ini dimainkan dengan menggunakan piranti tari bernama Dhadhak Merak. Yaitu sebuah piranti tari yang berupa duplikat kepala harimau dengan banyak hiasan bulu-bulu burung merak diatasnya. Dhadhak Merak ini dimainkan oleh satu orang pemain, dengan diiringi oleh para prajurit yang bertingkah polah seperti banci. (Sekarang dimainkan oleh wanita tulen). Ditambah satu tokoh yang bernama Pujangganom dan satu orang Jathilan. Sang Pujangganom tampak menari-nari acuh tak acuh, sedangkan Jathilan, melompat-lompat seperti orang gila. Sang Prabhu takjub melihat tarian baru ini. Manakala beliau menanyakan makna dari suguhan tarian tersebut, Ki Ageng Kutu, Adipati dari Wengker yang terkenal berani itu, tanpa sungkan-sungkan lagi menjelaskan, bahwa Dhadhak Merak adalah simbol dari Kerajaan Majapahit sendiri. Kepala Harimau adalah simbol dari Sang Prabhu. Bulu-bulu merak yang indah adalah simbol permaisuri sang Prabhu yang terkenal sangat cantik, yaitu Dewi Anarawati. Pasukan banci adalah pasukan Majapahit. Pujangganom adalah simbol dari Pejabat teras, dan Jathilan adalah simbol dari Pejabat daerah. Arti sesungguhnya adalah, Kerajaan Majapahit, kini diperintah oleh seekor harimau yang dikangkangi oleh burung Merak yang indah. Harimau itu tidak berdaya dibawah selangkangan sang burung Merak. Para Prajurid Majapahit sekarang berubah menjadi penakut, melempem dan banci. Para pejabat teras acuh tak acuh dan pejabat daerah dibuat kebingungan menghadapi invasi halus, imperialisasi halus yang kini tengah terjadi. Dan terang-terangan Ki Ageng Kutu memperingatkan agar Prabhu Brawijaya berhati-hati dengan orang-orang Islam. Kesenian sindiran ini kemudian hari dikenal dengan nama reog Ponorogo. Mendengar kelancangan Ki Ageng Kutu, Prabhu Brawijaya murka. Dan Ki Ageng Kutu, bersama para pengikutnya segera meninggalkan Majapahit. Sesampainya di Wengker, beliau mamaklumatkan perang dengan Majapahit. Prabhu Brawijaya mengutus putra selirnya, Raden Bathara Katong untuk memimpin pasukan Majapahit, menggempur Kadipaten Wengker.)

Prabhu Brawijaya, menjanjikan daerah ‘perdikan’. Daerah perdikan adalah daerah otonom. Beliau menjanjikannya kepada Dewi Anarawati. Dan Dewi Anarawati meminta daerah Ampeldhenta (didaerah Surabaya sekarang) agar dijadikan daerah otonom bagi orang-orang Islam. Dan disana, rencananya akan dibangun sebuah Ashrama besar, pusat pendidikan bagi kaum muslim.

Begitu Prabhu Brawijaya menyetujui hal ini, maka Dewi Anarawati, atas nama Negara, mengirim utusan ke Champa. Meminta kesediaan Syeh Ibrahim As-Samarqand untuk tinggal di Majapahit dan menjadi Guru dari Padepokan yang hendak dibangun.

Dan permintaan ini adalah sebuah kabar keberhasilan luar biasa bagi Raja Champa. Misi peng-Islam-an Majapahit sudah diambang mata. Maka berangkatlah Syeh Ibrahim As-Samarqand ke Jawa. Diiringi oleh kedua putranya, Sayyid ‘Ali Murtadlo dan Sayyid ‘Ali Rahmad.

Sesampainya di Gresik, pelabuhan Internasional pada waktu itu, mereka disambut oleh masyarakat muslim pesisir yang sudah ada disana sejak jaman Prabhu Hayam Wuruk berkuasa. Masyarakat muslim ini mulai mendiami pesisir utara Jawa semenjak kedatangan Syeh Maulana Malik Ibrahim, yang pada waktu itu memohon menghadap kehadapan Prabhu Hayam Wuruk hanya untuk sekedar meminta beliau agar ‘pasrah’ memeluk Islam. Tentu saja, permintaan ini ditolak oleh Sang Prabhu Hayam Wuruk pada waktu itu karena dianggap lancang. Namun, beliau sama sekali tidak menjatuhkan hukuman. Beliau dengan hormat mempersilakan rombongan Syeh Maulana Malik Ibrahim agar kembali pulang. Namun sayang, di Gresik, banyak para pengikut Syeh Maulana Malik Ibrahim terkena wabah penyakit yang datang tiba-tiba. Banyak yang meninggal. Salah satunya adalah santriwati Syeh Maulana Malik Ibrahim bernama Fatimah binti Maimun. ( Sampai sekarang makamnya masih ada,). Dan Syeh Maulana Malik Ibrahim akhirnya wafat juga di Gresik, dan lantas dikenal oleh orang-orang Jawa muslim dengan nama Sunan Gresik.

Syeh Maulana Malik Ibrahim atau Sunan Gresik telah datang jauh-jauh hari sebelum ada yang dinamakan Dewan Wali Sangha ( Sangha = Perkumpulan orang-orang suci. Sangha diambil dari bahasa Sansekerta. Bandingkan dengan doktrin Buddhis mengenai Budha, Dharma dan Sangha. Kata-kata Wali Sangha lama-lama berubah menjadi Wali Songo yang artinya Wali Sembilan.)

Rombongan dari Champa ini sementara waktu beristirahat di Gresik sebelum meneruskan perjalanan menuju ibukota Negara Majapahit. Sayang, setibanya di Gresik, Syeh Ibrahim As-Samarqand jatuh sakit dan meninggal dunia. Orang Jawa muslim mengenalnya dengan nama Syeh Ibrahim Smorokondi. Makamnya masih ada di Gresik sekarang.

Kabar meninggalnya Syeh Ibrahim As-Samarqand sampai juga di istana. Dewi Anarawati bersedih. Lantas, kedua putra Syeh Ibrahim As-Samarqand dipanggil menghadap. Atas usul Dewi Anarawati, Sayyid ‘Ali Rahmad diangkat sebagai pengganti ayahnya sebagai Guru dari sebuah Padepokan Islam yang hendak didirikan.

Bahkan, Sayyid ‘Ali Rahmad dan Sayyid ‘Ali Murtadlo mendapat gelar kebangsawanan Majapahit, yaitu Rahadyan atau Raden. Jadilah mereka dikenal dengan nama Raden Rahmad dan Raden Murtolo ( Orang Jawa tidak bisa mengucapkan huruf ‘dlo’. Huruf ‘dlo’ berubah menjadi ‘lo’. Seperti Ridlo, jadi Rilo, Ramadlan jadi Ramelan, Riyadloh jadi Riyalat, dll). Namun lama kelamaan, Raden Murtolo dikenal dengan nama Raden Santri, makamnya juga ada di Gresik sekarang.

Raden Rahmad, disokong pendanaan dari Majapahit, membangun pusat pendidikan Islam pertama di Jawa. Para muslim pesisir datang membantu. Tak berapa lama, berdirilah Padepokan Ampeldhenta. Istilah Padepokan lama-lama berubah menjadi Pesantren untuk membedakannya dengan Ashrama pendidikan Agama Shiwa dan Agama Budha. Lantas dikemudian hari, Raden Rahmad dikenal dengan nama Sunan Ampel.

Raden Santri, mengembara ke Bima, menyebarkan Islam disana, hingga ketika sudah tua, ia kembali ke Jawa dan meniggal di Gresik.

Stabilitas Majapahit sempat koyak akibat perang saudara selama lima tahun yang terkenal dengan nama Perang Pare-greg (1401-1406 M). Peperangan ini terjadi karena Kadipaten Blambangan hendak melepaskan diri dari pusat Pemerintahan. Blambangan yang diperintah oleh Bhre Wirabhumi berhasil ditaklukkan oleh seorang ksatria berdarah Blambangan sendiri yang membelot ke Majapahit, yaitu Raden Gajah. (Kisah ini terkenal didalam masyarakat Jawa dalam cerita rakyat pemberontakan Adipati Blambangan Kebo Marcuet. Kebo = Bangsawan, Marcuet = Kecewa. Kebo Marcuet berhasil ditaklukkan oleh Jaka Umbaran. Jaka = Perjaka, Umbaran = Pengembara. Dan Jaka Umbaran setelah berhasil menaklukkan Adipati Kebo Marcuet, dikukuhkan sebagai Adipati Blambangan dengan nama Minak Jingga. Minak = Bangsawan, Jingga = Penuh Keinginan. Adipati Kebo Marcuet inilah Bhre Wirabhumi, dan Minak Jingga tak lain adalah Raden Gajah, keponakan Bhre Wirabhumi sendiri.)

VERSI LAIN 

Tokoh Kencana Wungu dalam kisah Damarwulan

Fakta Ratu Majapahit dalam cerita Damar Wulan, Prabu Kenya-dalam cerita biasanya disebut Kencana Wungu-dikaitkan dengan Suhita. Karena itu, Brandes mengaitkan peperangan antara Majapahit dengan Menakjinggo ini dengan Perang Puregreg. Sedangkan ilmuwan lain mengaitkan sosok Ratu Majapahit itu dengan Tribhuwanotunggawijayaawisynuwardhani, dan cerita tentang Perang Blambangan dikaitkan dengan peristiwa Perang Sadeng (lebih lengkapnya lihat CC Berg, Penulisan Sejarah Jawa, Bhratara Karya Aksara, Jakarta, 1985, halaman 90-92).
komparasi dan kontras itu dimulai dari fakta Patih Udara mundur, melepaskan diri dari fatamorgana kekuasaan dunia dan masih tetap memegang wibawa pemimpin dan pamor kekuasaan. Setidaknya, kalau dibandingkan dengan Patih Logender, tokoh yang ketiban pulung memegang kekuasaan, tetapi tidak memiliki wibawa pemimpin dan pamor kekuasaan, sehingga kraton dipenuhi pamong yang pandai menjilat dan cuma memperjuangkan kepentingan golongan dan pribadi. Puncaknya, terutama ketika ada ancaman aneksasi oleh Blambangan dengan kedok lamaran Menakjinggo. Jalan keluar dari krisis itu menggelikan, yaitu menyelenggarakan sayembara. Dengan kata lain, memberikan kerajaan dan dirinya kepada sembarang lelaki yang mampu mengalahkan Menakinggo. Jalan keluar yang mengelucak harga diri.
Oleh karena itu, fakta sayembara berhadiah “takhta dan wanodya” ini menunjukkan adanya sebuah fenomena besar di belakang layar. Bahwa Kencana Wungu tak bisa lagi mempercayai pamong dan prajuritnya, sekaligus menggarisbawahi sosok Kencana Wungu yang subordinan meski secara politik dia pemegang kekuasaan tertinggi.
Raja perempuan yang lain adalah Dewi Suhita, yang naik tahta seabad sesudahnya yaitu pada tahun 1429. Ia menggantikan ayahnya Wikramawardana yang konon sempat memilih hidup sebagai seorang brahmana. Jika yang dimaksud dengan Kencanawungu adalah Suhita atau Tribuanatunggadewi maka jelas bahwa Ranggalawe yang diceritakan dalam Serat Damarwulan ini bukanlah Ranggalawe dalam pemberontakan melawan Majapahit, karena meraka hidup di jaman yang berbeda. Ranggalawe gugur pada tahun 1309 sedangkan Tribuanatunggadewi baru memerintah pada tahun 1328 dan Dewi Suhita baru memerintah pada tahun 1429.
Bagaimana dengan tokoh Menakjingga, Adipati Blambangan yang dalam Serat Damarwulan diceritakan diperangi oleh Majapahit karena memberontak dan ingin meminang Kencanawungu. Benarkah Menakjingga tak lain adalah Bhre Wirabumi seperti yang diduga oleh Pigeaud dan Brandes?
Jadi jelas bahwa motif pemberontakan Bhre Wirabumi adalah perebutan tahta, sedangkan dalam Serat Damarwulan diceritakan bahwa motif pemberontakan Menakjingga adalah karena Kencanawungu menolak lamarannya. Jika Bhre Wirabumi adalah Menakjingga, tampaknya agak aneh karena dengan demikian ia bermaksud mempersunting cucunya sendiri.
Kejanggalan lain adalah masalah temporal. Seperti disebut di atas bahwa Dewi Suhita baru memerintah pada tahun 1429 setelah ayahnya Wikramawardana mangkat. Kemungkinan besar bahwa niat Wikramawardana untuk mengangkat Dewi Suhita menggantikan dirinya pada tahun 1400 itu diurungkan setelah terjadi pemberontakan itu, dan putrinya baru benar-benar menjadi raja setelah ia meninggal. Dengan demikian sulit dipahami jika Bhre Wirabumi adalah sama dengan Menak Jingga karena Bhre Wirabumi yang gugur pada saat Perang Paregreg (1404-1406) terjadi pada masa pemerintahan Wikramawardana, sedangkan dalam Serat Damarwulan disebutkan bahwa Menakjingga tewas pada masa pemerintahan Kencanawungu atau Dewi Suhita. Hal ini sekaligus untuk memperjelas lagi bahwa Kencana Wungu dan Suhita sulit untuk diasosiasikan .

Tokoh damar wulan

Bagaimana dengan tokoh Damarwulan? Benarkan ia sebenarnya adalah Raden Gadjah seperti yang dikemukan oleh beberapa peneliti sebelumnya. Dalam sejarah Perang Paregrek diceritakan bahwa pada awalnya pasukan Majapahit mengalami kekalahan. Kemudian diutuslah Raden Gadjah sebagai panglima perang. Raden Gadjah berhasil mengusir pasukan Blambangan dan membunuh Brhe Wirabumi pada saat ia ingin melarikan diri dengan menumpang sebuah perahu. Raden Gadjah kemudian memenggal kepala Bhre Wirabumi dan dibawa ke Majapahit. Seperti dijelaskan sebelumnya peristiwa ini terjadi pada masa pemerintahan Wikramawardana. Hal yang menarik adalah bahwa pada tahun 1433, pada masa pemerintahan Dewi Suhita (1429-1447), Raden Gadjah dihukum mati sebagai pembalasan atas kematian Bhre Wirabumi.
Berdasarkan fakta-fakta di atas maka sulit dipahami jika Raden Gadjah ini disamakan dengan Damarwulan. Karena dalam Serat Damarwulan diceritakan bahwa setelah berhasil membunuh Menak Jingga ia dinobatkan menjadi Raja Majapahit dan mempersunting Kencanawungu sebagai permaisurinya. Hal ini tidak terjadi pada fakta-fakta yang ada tentang riwayat Raden Gadjah. Fakta lain yang dapat membantah asosiasi Raden Dadjah-Damarwulan ini disebutkan bahwa suami Dewi Suhita bukanlah Raden Gadjah tetapi Bhre Prameswara. Apakah Brhe Prameswara ini adalah nama lain dari Raden Gadjah? Tampaknya juga bukan, karena disebutkan bahwa Raden Gadjah dihukum mati pada tahun 1433, sedangkan Bhre Prameswara baru mangkat 13 tahun kemudian, yaitu pada tahun 1446.
Stutterheim memiliki pandangan lain, bahwa Damarwulan adalah Kertawardana, suami Tribuanatunggadewi yang diasosiasikan dengan Kencanawungu, sedangkan Menakjingga adalah adipati Sadeng. Pendapat Stutterheim ini didasarkan pada Serat Pararaton, dimana didalamnya menyebut Anjasmara sebagai selir Kertawardana. Dalam serat Damarwulan Anjasmara adalah selir Damarwulan, putri Patih Majapahit, Logender, dan memiliki saudara kembar bernama Layangseta dan Layangkumitir.
Pendapat Sutterheim ini mengandung beberapa permasalahan. Memang pada masa pemerintahan Tribuanatunggadewi, Majapahit pernah menghadapi pemberontakan dari Sadeng yang terletak di Besuki yang juga wilayah kekuasaan Blambangan. Namun pemberontakan ini dapat segera dipadamkan karena kecakapan Patih Gadjah Mada. Dalam menumpas pemberontakan Sadeng ini ada persaingan antara Patih Gadjah Mada dengan seorang tokoh yang bernama Ra Kembar. Ra kembar sangat iri kepada Gadjah Mada yang diberi kepercayaan Ratu untuk menumpas pemberontakan ini. Oleh karena itu iapun melakukan upaya-upaya untuk mendapatkan perhatian ratu dengan ikut terlibat dalam penumpasan pemberontakan Sadeng ini. Di akhir pemberontakan Sadeng terjadi duel antara Gadjah Mada dan Ra Kembar yang kemudian ditandai sebagai sebuah episode terpenting dari sejarah Majapahit, karena dalam peristiwa itulah sumpah Gadjah Mada yang terkenal, “Sumpah Palapa” diucapkan. Dalam duel ini Gadjah Mada berhasil mengalahkan Ra Kembar, dan atas jasa-jasanya ia diangkat sebagai Patih Majapahit.

KESIMPULAN.

Berdasarkan keterangan di atas cerita Damarwulan, Menakjinggo dan Kencana Wungu kemungkinan memang benar-benar terjadi tapi cerita itu mengalami perubahan, dalam cerita tersebut banyak bagian yang tidak bisa di terima oleh akal, dalam cerita tersebut juga banyak sekali perbedaan antara cerita versi Majapahit dan Blambangan, kemungkinan cerita itu dibuat oleh para pujangga istana untuk menjaga nama penguasanya hal ini biasanya dinamakan Pujosastro.
Cerita-cerita sejarah di Jawa kebanyakan tidak di jelaskan bersama tahunya, jadi sejarah tersebut sangat sulit sekali untuk di lacak kebenarannya. tapi dari upaya-upaya perbandingan di atas maka dapat disimpulkan bahwa rupanya akan sia-sia untuk memaksakan bahwa tokoh-tokoh yang disebutkan dalam Serat Damarwulan, termasuk Adipati Ranggalawe dalam cerita itu, adalah tokoh-tokoh yang tak pernah ada dalam sejarah. Dengan kata lain Serat Damarwulan adalah cerita rekaan saja yang diasosiasikan dengan peristiwa-peristiwa sejarah yang terjadi selama periode kejayaan Majapahit.